Usai membalas pesan dari Perth, Chimon segera membuka aplikasi ojek online yang ada di ponselnya. Butuh waktu lama sampai akhirnya Chimon menemukan driver. Yah, maklum saja, ini sudah hampir jam 1 pagi. “Dengan kak Chimon, ya?” sapa sang driver saat ia sudah sampai di depan apartemen Chimon.

“Iya Pak,” jawab Chimon singkat.

“Tujuannya benar ke Club X ya kak? Ini kakak sendirian?”

“Iya. Temen saya mabok jadi saya mau jemput dia. Udah ya Pak, langsung jalan saja.”

Sang driver mengangguk dan memulai perjalanannya.


“Perth,” Chimon menemukan laki-laki surai hitam itu tengah menempelkan pipinya di atas meja kaca.

“Chiiiimoonnn,” jawabnya dengan mabuk.

“Lain kali kalo mau mabok tuh bawa temen lah anjing, gak usah sok mabok sendirian kalo akhirnya cuma nyusahin gue,” Chimon mengomel panjang lebar sembari ia membangunkan Perth dari posisinya.

Dengan susah payah, Chimon akhirnya berhasil menuntun Perth untuk berdiri dan berjalan hingga ke parkiran.

“Mana kunci mobil lo anjing,” Chimon bertanya dengan gusar.

“Saakuuuu celanaaa, Chiii.”

Chimon segera merogoh saku celana Perth di bagian belakang.

Usai memposisikan Perth di dalam mobil, Chimon kemudian duduk di kursi kemudi. Bersiap membawa mobil itu menuju apartemennya.