study tour
Di hari senin yang cerah, siswa-siswi taman kanak-kanak terlihat dengan tertib berbaris di halaman sekolah. Beberapa guru terlihat sibuk mengabsen muridnya serta membawa beberapa perlengkapannya ke dalam bus. Hari ini, kelas A dan kelas B akan melaksanan field trip atau study tour yang akan berlangsung selama 2 hari. Mereka akan mengunjungi banyak tempat yang pastinya menyenangkan dan juga bisa dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak usia dini.
Usai mempersiapkan semuanya, salah seorang guru membubarkan barisan anak-anak dan dengan sigap mengatur anak-anak tersebut untuk berjalan menuju bis.
“Qiqi.. Oh, di sini” Xiao berhenti setelah menemukan tempat duduknya yang ternyata berada di barisan cukup belakang. Ia segera menaruh tas serta beberapa perlengkapan penting lainnya di bagasi kabin bis.
“Pak Xiao?”
“Pak Albedo?”
“Ya ampun. Kita duduknya depan belakang ternyata”
“Loh iya. Klee duduknya di depan Qiqi ya”
“Qiqi!!!!!”
“Haloo Klee!”
“Qiqi mau duduk bareng Klee gak? Klee males duduk sama Papa”
Albedo sedikit kaget mendengar ucapan anaknya yang begitu ceplas-ceplos.
“Klee, kok gitu sama Papa?”
“Soalnya Kalo Klee cerita banyak hal Papa sukanya ngangguk-ngangguk doang, gak seru” Jawabnya.
Xiao, tentu saja tertawa melihat obrolan ayah dan anak di depannya.
“Ayah, Qiqi boleh duduk sama Klee?”
“Boleh, sayang”
“Yey! Sini-sini Qiqi ke sini duduk sebelah Klee” Klee dengan semangat menarik tangan Qiqi agar duduk di sampingnya.
“Pak Xiao, gapapa saya duduk di sebelah bapak?”
Untuk beberapa saat, Xiao hilang konsentrasi. Dia asal mengiyakan permintaan Qiqi tanpa sadar bahwa itu berarti ia harus duduk bersebalahan dengan Pak Albedo.
Anjir. Ini gue duduk sebelahan sama pak Albedo berarti?
“Pak Xiao?”
“O-oh. Iya pak silakan duduk sini”
Albedo yang sedari tadi masih berdiri akhirnya mulai duduk di sebelah Xiao.
Pak Albedo.. Wangi banget. Dia baru duduk beberapa detik aja langsung kecium bau parfumnya di sebelah gue. Xiao kembali bergumam dalam hati.
Klee.. Kenapa kamu hobi banget bikin papamu dalam keadaan sulit sih. Mau nolak ga enak, tapi jujur ini gue deg-degan banget duduk di sebelah Pak Xiao pas.
“Sudah naik semua ya? Coba saling ngecek samping dan depannya, apakah ada yang kursinya masih kosong?”
“Sudahh pakk”
“Baik kalo gitu sebentar lagi kita berangkat ya. Berdoa sesuai keyakinan masing-masing, dimulai”
“Selesai. Semuanya sudah siap?”
“Siapppp paakk!” Terdengar riuh suara anak-anak kecil yang menjawab pertanyaan guru mereka, Pak Kazuha.
“Baik, kita berangkat sekarang ya”
“Yeeeeaaayy!”