gak bisa tidur
Albedo berkali-kali membolak-balikkan badanya. Ia tidak bisa tidur. Tidak pada saat Xiao, laki-laki yang beberapa minggu terakhir ini selalu hadir dalam pikirannya sedang tertidur pulas tepat di sebelahnya.
Ah anjing.
Aduh gue ngomong kasar lagi deh.
Albedo akhirnya memilih untuk bangun dan menyenderkan punggungnya pada headboard kasur. Ia menghela napas pelan. Dipandangnya lelaki bersurai hijau tua untuk beberapa saat.
“Kenapa gue tiba-tiba deg-degan ya” Ucapnya lirih.
Xiao sudah tertidur lelap. Kalo boleh jujur, di saat tidurpun, paras pak Xiao masih menawan, begitu pikir Albedo.
“Ah udah lah tidur aja. Besok seharian banyak kegiatan jadi gue harus istirahat sekarang”
Albedo lalu memilih untuk memejamkan matanya. Badannya ia condongnya ke kiri guna menghindari Xiao. Iya, Albedo takut kalo dia tiba-tiba ketiduran dan bangun dengan posisi memeluk Pak Xiao. Amit-amit, jangan sampai. Gue nggak mau Pak Xiao mikir yang aneh-aneh tentang gue.
“Oke. Merem, berdoa. Gue harus tidur. Harus bisa tidur” Ucapnya pada diri sendiri.