first day

felix melangkahkan kaki menuju halaman kampus. sudah banyak mahasiswa baru di tengah sana. felix kebingungan, ia tidak yakin apakah dirinya harus bertanya kepada orang lain, mengingat kemampuan bahasa koreanya yang tidak terlalu lancar, ditambah logatnya yang terdengar aneh. felix bisa berbahasa korea, dia sudah belajar bahasa korea sejak kecil, hanya saja, karena ia jarang menggunakannya semasa di australia, lidahnya sedikit kaku untuk berbicara bahasa korea.

saat felix sedang bingung-bingungnya, seorang pemuda bersurai coklat tua menghampirinya.

“hm , halo?” sapa pemuda tersebut.

felix yang terlihat sedikit kaget segera membalas sapaan pemuda tersebut.

“ah, i-iya?”

“kau kelihatan sedikit bingung. apa ada masalah?” tanya pemuda tersebut.

“ah i-itu. sebenarnya, aku tidak tahu harus berkumpul di sebelah mana” jawab felix.

“kau jurusan apa?”

“aku? seni tari. bagaimana denganmu?”

“oh, kebetulan! aku juga seni tari. kakak panitia menyuruh kita untuk berkumpul di depan gedung A”

“ah b-begitu. terima kasih banyak”

“sama-sama. namamu siapa? aku seungmin”

“a-aku, felix”

“felix? kau bukan asli sini ya?”

“a-aku berasal dari australia. tapi kedua orang tuaku orang korea, kok”

“ah, begitu rupanya. ya sudah, kalau begitu, kita langsung ke sana sekarang saja, yuk”