felix segera memposisikan dirinya menuju kantin fakultas seni. ia melihat satu meja kosong di arah jam 1 dan segera mendudukinya. setelahnya, felix membuka laptop dan mengerjakan beberapa tugas di dalamnya.

sesaat kemudian, seseorang tiba-tiba duduk di hadapan felix, dan membuat felix tersentak dan mengangkat wajahnya dari laptop menuju seseorang itu.

“c-changbin hyung?” ucap felix dengan sedikit kaget.

“yo felix” changbin menjawab dengan santai.

“h-hyung ngapain di sini?”

“ya duduk lah? ngapain lagi emangnya”

felix hanya menjawab dengan helaan napas.

“temen-temen lo pada di mana? tumben sendirian. ga dianggep temen ya?”

“hyung” felix mencoba memaksakan senyum.

“haha iya-iya. tapi kok lo sendirian sih? tumben. biasanya kemana-mana selalu berempat udah kaya member boyband”

“aku salah lihat jadwal” jawab felix.

“hah?”

“hah-hah mulu kaya tukang keong” ucap felix.

“oh ngebales nih ceritanya” goda changbin.

“ya aku salah lihat jadwal. hari ini kelasku diundur, tapi aku berangkat sesuai jadwal awal”

“oh. kasian banget”

felix memilih untuk diam dan tidak menjawab. ia tahu, senior di hadapannya ini memang sangat jail dengan kata-katanya.

“hyung sendiri ngapain di sini? ga punya temen juga?”

“dih sorry ya. se universitas juga pengennya jadi temen gue” jawab changbin sombong.

“aku enggak” tukas felix.

“ya lo pengennya jadi pacar gue kali” jawab changbin santai.

“uhuk” felix tersedak dan terbatuk-batuk.

“ga jelas” jawab felix cepat, hanya dijawab dengan senyum kecil oleh changbin.