driving together
felix dan changbin kini telah berada di mobil. changbin segera menjalankan mobilnya, tak lupa, ia juga memutar lagu.
“mellow banget lagunya” komentar felix saat changbin memilih untuk memutar lagu talking to the moon milik bruno mars di mobilnya.
“biarin. gue emang suka dengerin lagu ballad di mobil waktu hujan. rilex aja didengernya” jawab changbin.
felix hanya meliriknya, tanpa ia sadari, bibirnya tertarik membuat lengkungan senyum.
i know you're somewhere out there somewhere far away i want you back i want you back my neighbors think I'm crazy but they don't understand you're all I have you're all I have
tanpa sadar, felix juga ikut menyanyikan lagu itu dengan lirih. changbin yang mendengarnya hanya meliriknya sebentar, lalu tersenyum. changbin menjalankan mobilnya dengan pelan, menikmati perjalanannya di kala hujan bersama felix.
talking to the moon tryin' to get to you in hopes you're on the other side talking to me too or am I a fool who sits alone talking to the moon
“lix” panggil changbin memecah keheningan di mobil.
“ya hyung?”
“gue boleh minta nomor lo?”
“buat apa?”
“ya buat gue lah. biar gue punya nomor lo” jawab changbin sambil terus menyetir.
karena cuaca hujan deras, jalanan menjadi cukup macet, ditambah, hari sudah sore dan banyak pekerja kantoran yang juga mulai pulang.
“nih hp gue” changbin memberikan ponselnya dengan satu tangan kepada felix dan felix menerimanya.
“tulis aja nomer lo di hp gue”
felix hanya mengangguk. ia mulai menulis nomornya pada ponsel changbin.
“aku kasih nama apa kontaknya?”
“cowo australia yang nabrak gue 3 bulan yang lalu”
felix memandang ke arah changbin dengan kesal.
“ya felix lah. emang siapa lagi”
felix segera menulis namanya dan mengembalikan ponsel tersebut kepada changbin.
“jangan buat macem-macem” pinta felix.
“ngga kok. paling gue kasihin ke tukang kredit aja biar lo ditagih-tagih” goda changbin.
“hyung!” ucap felix dengan sedikit marah.
“iya-iya haha serius banget sih lo”
tak lama, changbin sampai di depan rumah felix.
“kita sudah sampai, tuan. silakan turun” changbin lagi-lagi menggodanya.
“hyung!” kali ini, felix memukul kecil lengan changbin.
“iya iya haha”
felix segera turun dari mobil dan berpamitan kepada changbin.
“terima kasih banyak hyung” felix menundukkan badanya saat ia sudah di luar mobil.
“sama-sama. kapan-kapan kalo lo mau, lo boleh kok pulang bareng gue lagi, biar gue juga ga sendirian di jalan”
felix yang mendengarnya mendadak tersipu.
“gue jalan dulu” ucap changbin.
“dahh. hati-hati di jalan, hyung”
felix melambaikan tangannya dan memberi ucapan selamat tinggal pada changbin. changbinpun segera menancapkan gas dan menjalankan kembali mobilnya, meninggalkan felix yang terdiam menatap kepergian changbin dengan semburat merah di pipinya.