191

Xiao baru saja meneguk gelas ketiganya saat ia tiba-tiba merasa sekelilingnya mulai berputar.

“Xiao, kamu gapapa?”

“Gaaapapa hehee”

Melihat jawaban Xiao yang sedikit aneh, Albedo segera mengambil gelas yang masih berada di tangan Xiao.

“Kamu udah mulai tipsy, udah ya minum ya”

“Nggaakk. Aku masih soberrr nii liat mata aku”

Albedo mengambil nafas panjang.

“Xiao, berhenti minumnya”

Xiao tidak menggubris, ia justru kembali menuang minuman ke gelasnya dan dan meneguknya.

“Xiao! Kenapa malah minum lagi?!”

“Enakk... Aku udah lamaaa bangeyt gak minuuum” Jawabnya sudah mulai ngelantur.

Albedo kembali menyingkirkan gelas yang masih Xiao genggam.

“Bangun. Kita pulang sekarang”

“Gak maauuu. Masih mau di sinii sama Albedo” Xiao menjawab sembari menjatuhkan kepalanya pada bahu Albedo.

“Iya aku di sini. Tapi kita pulang dulu ya”

Xiao hanya terdiam. Albedo akhirnya berdiri dan membawa tangan Xiao pada bahu Albedo. Ia berjalan sambil menyangga Xiao.

“Sok-sokan nanya alcohol toleranceku tinggi apa ngga, ternyata malah kamu duluan yang mabuk”

Sesampainya di mobil, Albedo segera mendudukkan Xiao di kursi samping pengemudi. Tak lupa ia juga memasangkan seat belt pada Xiao.

Setelah meraih kunci mobil di saku baju Xiao, Albedo mulai menjalankan mobilnya.

“Kita mau ke manaaa?” Xiao bertanya.

“Ke tempatku” Jawabnya singkat.